Jakarta, satubangsa.net – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mendatangi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2021). Nadiem tiba sekitar pukul 14.37 WIB.

Kedatangan Mendikbud tersebut langsung diterima oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Helmy Faishal Zaini dan beberapa pengurus lainnya. Pertemuan yang membahas polemik beredarnya kamus sejarah Indonesia yang memantik perdebatan, terutama dengan tidak memasukkan kesejarahan NU, para ulama yang menjadi tokoh penting kemerdekaan RI.

Sekjen PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini menegaskan, meminta kepada Kemdikbud dalam menulis sejarah untuk berpegang pada kaidah dan metodologi penulisan sejarah yang sesuai dengan prinsip ilmiah berbasis fakta sejarah.

“Sejarah harus ditulis berdasarkan fakta,” tegasnya.

Lanjut Helmy, secara teknis dan substansial kamus sejarah Indonesia yang beredar memiliki banyak catatan sehingga menimbulkan kegaduhan dan perdebatan di tengah masyarakat. Sementara itu, Mendikbud Nadim Makarim menegaskan akan menarik naskah ataupun terbitan buku yang sudah beredar, mengingat masih banyak kekurangan & ketidaklengkapan.

“Atas masukan dari PBNU Mendikbud Nadim Makarim setuju untuk menarik naskah lama, dan akan menyusun naskah baru dengan tim yang akan melibatkan ormas seperti NU dan lainnya,” tukasnya. (Ben/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *