Cianjur, satubangsa.net – Ditengah cuaca yang cukup terik sejak siang hingga sore dijalanan yang cukup padat, para pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur berbagi bingkisan ramadhan untuk tukang becak, pejalan kaki, kendaraan roda empat, tukang ojek dan pemulung di perempatan Tungturunan, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur pada hari Sabtu (08/05/2021).

Gerakan Pemuda Ansor merupakan salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama dan Banser sendiri merupakan semi-otonom Ansor yang terdiri atas para pemuda yang berikhtiar menempa diri, meningkatkan kapasitas dengan berbagai kegiatan serta belajar bagaimana hidup bersama dengan berbagi agar lebih baik.

Sepanjang tahun ini merupakan tahun yang berat bagi semua, mulai dari merebaknya pandemi Covid-19 yang tentunya berimbas kepada semua aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, dan pastinya ekonomi.

Keadaan ini bisa menjadi momentum yang tepat bagi kita semua untuk saling membantu dan belajar lebih peduli dengan sesama, bukan terbatas pada kata-kata saja, tapi lebih ke sikap dan tindakan dimana kita ikut terlibat meringankan beban sesama.

Aap Muhammad Syapi’i, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sukaluyu mengatakan bahwa bingkisan ini terkumpul sekitar 150 buah hasil udunan rereongan dari anggota, pengurus dan donatur dalam upaya belajar mewujudkan kebersamaan, tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya dan agama yang sudah menjadi komitmen Ansor-Banser Kecamatan Sukaluyu selama ini.

“Kami sedang belajar mengasah kepedulian terhadap sesama, lewat berbagi bingkisan dibulan ramadhan ini. Bukan soal berapa banyaknya yang dibagikan, tetapi kepeduliannya yang mesti diapresiasi. Di luar itu kegiatan berbagi setelah lebaran Idul Fitri akan terus kami lakukan,” ucapnya.

Hal yang sama diutarakan Abay, Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur mengucapkan banyak terima kasih kepada siapa saja yang telah memberikan dukungan dan bantuannya. Ia menyampaikan bahwa dengan riang gembira dan ceria saling memberi serta berbagi, begitulah seharusnya dalam menikmati ibadah ramadhan. Meskipun ramadhan kali ini, tidak beda dengan tahun lalu yang masih dalam suasana pandemi.

“Berbagi dengan penuh rasa syukur, tentu tidak untuk diri sendiri tapi harus dengan berbagi. Keceriaan haruslah dinikmati oleh siapa saja. Jadikan akhir Ramadhan, menjelang Idul Fitri ini untuk berbagi kepedulian terhadap sesama yang memang harus ditanamkan karena kita semua adalah calon pemimpin masa depan,” tutupnya.

Ada pepatah mengatakan “Pemimpin bukan lahir karena Ijazah, tapi pemimpin itu lahir dari kepedulian yang terus diasah.”

Wandi Ruswannur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *