Jakarta, satubangsa.net – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menurunkan tim advokasi untuk melakukan pendampingan warga Wadas, Purworejo, Jawa Tengah. Sebelumnya, telah terjadi peristiwa bentrokan antara polisi dan masyarakat di Tambang Batu Andesit tersebut.

“Kami menyayangkan terjadinya bentrokan apalagi di tengah bulan suci Ramadhan ini,” ucap Sekretaris Jenderal PBNU A Helmy Faishal Zaini.

Helmy menambahkan, PBNU meminta kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk turun tangan memediasi agar masalah ini bisa selesai. Pendapat sebagian kalanganan yang menyatakan, agar tambang tersebut dialihkan ke tempat lain.

“Kita mohon aparat keamanan untuk lebih berhati-hati dan lebih bijaksana, lebih arif untuk menjaga tidak terjadi bentrok fisik,” ungkapnya.

Helmy menuturkan, apabila lokasi tersebut masih melakukan pemandangan di tempat yang sama. Dikhawatirkan, akan menimbulkan longsor dan menimbulkan masalah di sumber mata air.

“Perlu dipertimbangkan dan diperhatikan. Pemerintah perlu mendengar aspirasi dari masyarakat dan ahli,” katanya.

Dalam hal ini, lanjut Helmy, PBNU telah menugaskan Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU untuk turut mengadvokasi, membangun dialog, dan memediasi konflik itu. PBNU meminta kepada semua pihak untuk menahan diri. Kita harapkan masalah ini segera dicarikan solusinya.

“Kami tegaskan bahwa NU siap menjadi mediator untuk mencari jalan keluar terbaik,” pungkasnya. (Ben/Rls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *