Oleh : Nur Ma’rifatil Munawwaroh

Pemerintah berencana mengangkat satu juta honorer dalam program rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) periode 2021. Rencana pembukaan pengadaan guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 telah resmi diumumkan oleh pemerintah pusat. Pada pembukaan pengadaan guru PPPK ini, pemerintah membuka formasi sebesar satu juta orang sehingga peluangnya lebih besar dari pengangkatan ditahun sebelumnya. Tidak hanya para guru honorer, pada formasi pengangkatan nanti lulusan Program Profesi Guru (PPG) juga memiliki peluang yang sama dan bisa mengikuti seleksi PPPK 2021 ini.

Sebelum pembahasan lebih lanjut, penting untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan PPPK. “PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan,” bunyi Pasal 1 ayat (4) UU Nomor 5 Tahun 2014. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), PPPK dikontrak minimal satu tahun, dan dapat diperpanjang paling lama 30 tahun. Ini semua tergantung situasi dan kondisi.

Guna mengetahui lebih jauh tentang PPPK ini, maka kita harus mengetahui kebijakan-kebijakan yang ada dalam pengadaan guru PPPK ini. Berikut rencana rekrutmen PPPK untuk tenaga guru pada tahun 2021 dari Kemenpan RB:

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selaku instansi pembina jabatan fungsional guru pada tahun anggaran 2021 berencana melakukan rekrutmen PPPK untuk tenaga guru.
  2. Dengan melalui jalur PPPK, maka persyaratan usia pelamar dari 20 tahun s/d. 1 tahun sebelum batas usia pensiun pada jabatan yang dilamar (untuk guru sendiri sampai usia 59 tahun).
  3. Sampai saat ini, baru ada 174,077 formasi guru PPPK yang telah diusulkan oleh Pemerintah Daerah yang terdiri dari 32 provinsi, 370 Kabupaten dan 89 Kota.
  4. Pengajuan program usulan untuk formasi guru PPPK akan diperpanjang sampai dengan 31 Desember 2020 melalui aplikasi E- formasi KemenPANRB.
  5. KemenPANRB akan memverifikasi dan menetapkan formasi berdasarkan analisis jabatan dan analis beban kerja serta mempertimbangkan data dapodik Kemendikbud sesuai dengan peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
  6. Saat ini dalam proses perencanaan sistem penerimaan, soal ujian kompetensi dan sistem seleksi yang melibatkan KemenPANRB, Kemendikbud, BKN, BPKP, BSSN dan BPPT.
  7. KemenPANRB akan menetapkan peraturan MenPANRB sebagai dasar hukum pelaksanaan.

Perekrutan PPPK 2021 dilakukan berbeda. Pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah membatasi formasi guru PPPK. Namun seleksi PPPK kali ini dapat diikuti oleh seluruh guru honorer. Pemerintah memberikan kuota penerimaan guru honorer menjadi PPPK sebanyak 1 juta. Ini menjadi kesempatan bagi para honorer untuk mendapat penghasilan yang laik.

“Seleksi ini dibuka, karena berdasarkan Data Pokok Pendidikan Kemendikbud memperkirakan bahwa kebutuhan guru di sekolah negeri mencapai satu juta guru, di luar guru PNS yang saat ini mengajar,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, saat mengumumkan rencana seleksi guru PPPK 2021. Pada seleksi PPPK kali ini, setiap pendaftar diberi kesempatan mengikuti ujian seleksi sampai tiga kali. Jika gagal pada kesempatan pertama, dapat belajar dan mengulang ujian hingga dua kali lagi. Bisa dilakukan di tahun yang sama atau berikutnya.

Ada dua tahapan seleksi, yakni seleksi administrasi dan seleksi kompetensi. Pelamar yang telah dinyatakan lolos seleksi pengadaan PPPK, wajib mengikuti wawancara untuk menilai integritas dan moralitas sebagai bahan penetapan hasil seleksi. Pemerintah juga akan menyediakan materi pembelajaran secara daring. Itu diberikan untuk membantu pendaftar mempersiapkan diri sebelum ujian seleksi. Sedangkan biaya penyelenggaraan seleksi PPPK, semuanya akan ditanggung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK, terdapat beberapa persyaratan agar pegawai honorer termasuk guru bisa menjadi PPPK.

Secara umum, tenaga honorer dan PPPK memiliki persamaan. Yakni sama-sama pegawai yang dipekerjakan di instansi pemerintah daerah maupun pusat. Keduanya sama-sama berstatus non-PNS. Namun, secara penjelasan dan pemberian gaji keduanya berbeda. PPPK diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan. Berdasarkan, UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara ( ASN), pegawai PPPK juga termasuk sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) non-PNS sehingga bisa menduduki jabatan administratif dan jabatan fungsional di instansi pemerintah. PPPK yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan. Selain gaji, PPPK juga bisa menerima penghasilan lain berupa tunjangan, honor, dan perjalanan dinas yang diatur berdasarkan standar biaya masukan yang dirilis Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sementara tenaga honorer adalah seseorang yang diangkat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian atau pejabat lain dalam pemerintahan untuk melaksanakan tugas tertentu pada instansi pemerintah. Di mana gajinya dibayarkan oleh APBN atau APBD. Namun tak ada aturan pasti soal besaran gaji honorer.

Berdasarkan PP Nomor 48 Tahun 2005 sebagaimana terakhir kali diubah dengan PP Nomor 56 Tahun 2012, tenaga honorer merupakan pegawai non-PNS dan non-PPPK. Sehingga status PPPK tak sama dengan pegawai honorer. Perekrutan honorer juga tak diatur dalam UU ASN, di mana perekrutannya seringkali tidak melalui proses yang akuntabel. Untuk instansi di pemerintah daerah, pegawai honorer bisa saja direkrut tanpa seizin pemerintah pusat, sedangkan PPPK direkrut melalui mekanisme terstruktur sesuai regulasi. Untuk skema penggajian juga berbeda dengan PPPK yang tegas diatur pemerintah dan berlaku secara nasional. Hal tersebut berbeda dengan gaji honorer yang gajinya ditentukan oleh instansi atau pejabat pembina yang merekrut honorer yang didasarkan pada alokasi anggaran di satuan kerja.

Seleksi guru PPPK 2021 dipandang sebagai langkah pemerintah untuk menyerap tenaga kerja. Kabar tersebut juga menjadi angin segar bagi seluruh guru honorer. Setidaknya dengan naik kelas, penghasilan dan kesejahteraan guru mereka menjadi lebih baik. Sekaligus dapat menjadi salah satu jalan keluar bagi penyelesaian tenaga honorer. Status guru PPPK akan mendapat penghasilan yang sama dengan PNS. Itupun jika mengisi jabatan yang sama dengan PNS. Apabila seorang PPPK mengisi jabatan guru jenjang madya, penghasilan yang akan diperoleh relatif sama dengan PNS yang menduduki jabatan tersebut. Jadi tidak akan ada lagi gap penghasilan yang signifikan antara PNS dan PPPK untuk jabatan yang sama. (zizi)

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Debora, Yantina. 2020. PPPK 2021: Mekanisme Rekrutmen dan Pengangkatan Guru Honorer. https://tirto.id/pppk-2021-mekanisme-rekrutmen-dan-pengangkatan-guru-honorer-f653. Diakses pada 31 Januari 2021.

Bramasta, D. Bayu. 2021. Tidak Lagi PNS, Guru dan 146 Jabatan Ini Akan Diisi PPPK, Apa Saja?  https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/02/141500965/tidak-lagi-pns-guru-dan-146-jabatan-ini-akan-diisi-pppk-apa-saja-?page=all. Diakses pada 31 Januari 2021.

Putra, D. Aditya, dkk. 2020. Mengupas PPPK, Pegawai Pemerintah Gajinya Setara PNS. https://www.merdeka.com/khas/mengupas-pppk-pegawai-pemerintah-gajinya-setara-pns-mildreport.html#:~:text=%22PPPK%20adalah%20warga%20negara%20Indonesia,UU%20Nomor%205%20Tahun%202014. Diakses pada 31 Januari 2021.

Susandi, Sandi. 2020. Wajib Tau! Ini 7 Kebijakan Pengadaan Guru PPPK 2021 dari Menpan RB. https://fixindonesia.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-361057424/wajib-tau-ini-7-kebijakan-pengadaan-guru-pppk-2021-dari-menpan-rb?page=2. Diakses pada 31 Januari 2021.

Idris, Muhammad. 2020. Memahami Perbedaan Honorer dan PPPK. https://money.kompas.com/read/2020/10/19/060300126/memahami-perbedaan-honorer-dan-pppk?page=all. Diakses pada 31 Januari 2021.

​_______________. 2020. Gaji PPPK Sama Dengan PNS, Ini Syarat Menjadi PPPK Guru Honorer. https://nasional.kontan.co.id/news/gaji-pppk-sama-dengan-pns-ini-syarat-menjadi-pppk-guru-honorer. Diakses pada 31 Januari 2021.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *